Senin, 07 Maret 2011

Please Don't be In Love With Someone Else - Part 1

Hari itu Jean bisa dikatakan sedang galau, bagaimana tidak hari itu pacarnya Lee tidak bisa meneleponnya karena sesuatu alasan yang ga jelas, padahal hari ini merupakan hari jadi mereka. Dengan segala kegalauan yang Jean miliki, matanya mengawang memandang segerombolan pohon yang bergoyang. "Syurr.. Syurr"
"Jean? Kenape bu?"
Mendengar suara yang memanggilnya, Jean berusaha memfokuskan pikirannya dan menatap ke arah suara yang memanggilnya.
"Gpp kok.. Blm balik kau?"
"Belum" jawab suara tersebut yang ternyata merupakan suara Barry. "Blm dijemput gua. Nah elu ngapain bengong-bengong gitu?"
"Tumben dijemput biasanya juga balik ndiri. Kepo kali kadang kau ini.." jawab Jean dengan muka datar dan bernadakan dialeg batak.
"Ga maksa, seiklasnya aja lo cerita.." Barry dengan santainya memandang muka Jean yang lama kelamaan memerah. Jean yang sedang galau pun kemudian menganggap Barry sebagai sesosok orang yang sangat perhatian kepadanya, meskipun begitu dia belum berani cerita tentang masalahnya dan pacarnya. Ia berusaha menyembunyikan dalam pandangan matanya yang lama kelamaan menatap ke bawah.
"Belum iklas gue cerita.." Jean berkata dengan suara kecil namun terdengar oleh Barry..
"Ok kalau belum iklas.."
Begitulah awal-awal obrolan panjang Barry dan Jean sebelum akhirnya Barry memutuskan untuk pulang sendiri karena supirnya yang terlalu lama menjemput. Jean pun bergegas untuk pulang, hatinya sedikit terhibur setelah obrolan panjang yang dilakukannya bersama Barry hingga sore.

Jean sekarang tidak terlalu memikirkan lagi masalah anniversary-nya dengan Lee. Bahkan sedikit pun bayangan tentang Lee tak lagi ada di kepalanya. Barry, seseorang yang jauh lebih bisa menghiburnya, bahkan disaat ia tak tahu harus bercerita pada siapa tentang masalahnya. Memang menjelang hari anniversary-nya, Jean sempat kesal dengan Lee yang berfoto mesra dengan seorang cewek. Yang membuat Jean jauh lebih kesal adalah ketika foto itu di post di Facebook. Meski pun Jean tau bahwa foto itu di tag oleh teman Lee tapi tetap saja Jean kesal. Bahkan dia dan Lee pun tak pernah semesra itu berfoto bersama.

Hingga malam menjelang, Lee tak kunjung memberinya ucapan, apalagi hadiah spesial. Padahal biasanya Lee selalu ingat hari anniversary mereka bahkan selalu memberikan surprise bagi Jean. Jean pun tak habis pikir, walaupun ada masalah itu tapi Lee sudah meng-untag foto tersebut dan Jean pun sudah memaafkannya. Lalu kenapa sampai malam hari Lee tak memberikan ucapan apapun? Lupa? Mana mungkin.. Punya yang baru? Tapi... Banyak kemungkinan-kemungkinan buruk yang berkecamuk di pikran Jean, hingga akhirnya dia tertidur pulas di kamarnya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar